Pupuk Horti ala Bayu Diningrat (BSM - Bayu Sehat Mandiri) adalah pupuk organik cair yang mengandung unsur hara lengkap (NPK) yang dirancang khusus untuk tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, terong, melon, dan lainnya.
Berikut adalah panduan pembuatannya berdasarkan metode yang disampaikan beliau:
1. Bahan Utama (Logika Unsur NPK)
Kunci dari pupuk horti ini adalah penggabungan kotoran dari tiga jenis hewan ternak yang masing-masing mewakili unsur hara tertentu:
Kotoran Ayam: Sumber unsur Nitrogen (N) — bagus untuk pertumbuhan daun dan batang.
Kotoran Sapi: Sumber unsur Fosfor (P) — bagus untuk bobot buah dan akar.
Kotoran Kambing: Sumber unsur Kalium (K) — bagus untuk rasa manis pada buah.
Tips: Perbandingan ketiga bahan ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Jika ingin buah lebih manis (seperti melon), perbanyak kotoran kambing. Jika ingin batang dan daun bagus, gunakan perbandingan seimbang.
2. Persiapan Media & Bahan Tambahan
Katalis BSM: Gunakan katalis khusus dari BSM dengan dosis 1 liter katalis untuk 30 kg/liter bahan.
Air Leri (Air Cucian Beras): Digunakan untuk mengencerkan kotoran ayam menjadi tekstur bubur pasta. Jika tidak ada, bisa menggunakan air biasa.
Wadah/Bak: Menggunakan bak yang bagian dalamnya diberi penyangga (seperti bambu) yang berfungsi sebagai filter atau para-para.
3. Langkah-Langkah Pembuatan
Membuat Bubur Kotoran Ayam: Campurkan kotoran ayam dengan air (perbandingan kurang lebih 1:1) hingga menjadi pasta atau bubur.
Penyusunan Bahan: Masukkan kotoran sapi, kotoran kambing, dan bubur kotoran ayam ke dalam bak yang sudah diberi filter bambu di bawahnya.
Proses Sirkulasi (Kunci Utama):
Proses fermentasi ini melibatkan perputaran cairan secara terus-menerus.
Cairan yang menetes ke bawah bak (hasil rembesan bahan) diambil dan disiramkan kembali ke bagian atas.
Keunikan: Cairan di bagian atas biasanya berbau busuk (proses aerob), namun setelah menetes ke bawah dan tersaring, cairannya akan berubah menjadi wangi.
Waktu Fermentasi: Proses ini dilakukan selama kurang lebih 14 hari hingga pupuk siap digunakan.
4. Keunggulan Metode
Metode sirkulasi ini membuat mikroorganisme mengalami siklus hidup-mati (dorman) yang berulang (di atas terkena udara/hidup, di bawah tidak ada udara/tidur), yang diklaim Pak Bayu dapat meningkatkan populasi mikroorganisme secara eksponensial.
Catatan Penggunaan
Pupuk ini bersifat sangat fleksibel. Selain hewan di atas, kotoran kelinci juga bisa digunakan sebagai pengganti kotoran kambing. Hasil akhirnya berupa pupuk cair (NPK cair) dan sisa ampasnya tetap bisa digunakan sebagai pupuk padat (kompos) yang sudah matang.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Cara Membuat Pupuk Horti ala Bayu Diningrat BSM"
Posting Komentar