Anggur Dixon merupakan salah satu varietas anggur meja (table grape) yang sangat populer di kalangan penghobi tanaman di Indonesia. Berasal dari Ukraina, varietas ini dikenal karena bentuknya yang cantik dan daya tahannya yang luar biasa terhadap iklim tropis.
Berikut adalah profil lengkap untuk mengenal lebih dekat si cantik Dixon:
1. Karakteristik Buah
Dixon dikenal sebagai "si panjang yang manis". Berikut adalah ciri fisiknya:
Warna: Gradasi yang menarik antara kuning kemerahan hingga merah muda saat matang sempurna.
Bentuk: Lonjong silindris dengan ujung yang agak meruncing.
Tekstur: Daging buahnya padat, renyah (crunchy), dan memiliki kulit yang cukup tebal sehingga tidak mudah pecah (non-cracking).
Rasa: Manis harmonis dengan kadar gula (Brix) yang cukup tinggi, mencapai 17-20%.
2. Keunggulan Varietas Dixon
Mengapa banyak orang memilih menanam Dixon di halaman rumah?
Sangat Genjah (Mudah Berbuah): Dixon termasuk varietas yang tidak rewel. Tanaman ini biasanya sudah bisa mulai dibuahkan pada usia 6–10 bulan setelah tanam.
Tahan Jamur: Di iklim Indonesia yang lembap, Dixon memiliki resistensi yang baik terhadap serangan jamur dibandingkan varietas impor lainnya.
Tandan Besar: Satu tandan buah Dixon bisa mencapai berat 600 gram hingga 1 kilogram jika dirawat dengan maksimal.
Daya Simpan Tinggi: Karena kulitnya yang kokoh, buah ini tetap segar cukup lama setelah dipetik.
3. Panduan Singkat Penanaman
Jika Anda tertarik menanamnya, perhatikan beberapa poin kunci ini:
| Kebutuhan | Spesifikasi |
| Penyinaran | Minimal 6–8 jam matahari penuh. |
| Media Tanam | Porous (tidak menggenang air), campuran sekam, tanah, dan kohe. |
| Pemangkasan | Cocok dengan teknik Spur Pruning (pendek) atau Medium Pruning. |
| Waktu Panen | Sekitar 120–125 hari setelah pemangkasan (HSP). |
Tips Ahli: Untuk mendapatkan warna merah yang merata dan cantik pada Dixon, pastikan buah mendapatkan sinar matahari yang cukup namun tetap terlindungi dari air hujan langsung (menggunakan atap UV).
Anggur Dixon adalah pilihan yang sangat aman bagi pemula karena sifatnya yang adaptif dan "bandel".
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Anggur Dixon : Primadona Budidaya Anggur Unggul di Indonesia"
Posting Komentar