Sesuai namanya, Everest seolah-olah berada di puncak dalam hal ukuran butiran buah. Kalau Anda ingin membuat tetangga atau tamu terkesima saat melihat pohon anggur Anda, Everest adalah senjatanya.
Everest dikembangkan oleh pemulia tanaman kenamaan asal Rusia, Evgeny Georgievich Pavlovskiy. Varietas ini merupakan hasil persilangan antara Talisman dan K-81. Di Indonesia, ia mulai naik daun karena ternyata mampu beradaptasi dengan sangat baik di iklim tropis.
Karakteristik Si Raksasa Everest
Inilah yang membuat Everest begitu istimewa di mata para penghobi:
Ukuran Berry Jumbo: Ini adalah nilai jual utamanya. Butiran buah Everest bisa mencapai berat $15$ hingga $25$ gram per butir. Ukurannya bisa sebesar telur puyuh atau bahkan lebih!
Warna Merah Marun: Saat matang, buahnya berubah menjadi merah tua keunguan yang terlihat sangat solid dan menggiurkan.
Daging Buah Tebal & Juicy: Teksturnya padat tapi tetap mengandung banyak air (juicy). Kulitnya pun relatif tipis sehingga tidak terasa sepat saat dikunyah.
Aroma yang Lembut: Everest memiliki aroma buah yang segar dan ringan, dengan rasa manis yang dominan namun tetap seimbang.
Keunggulan Bagi Penghobi
Sangat Genjah: Meski buahnya besar-besar, Everest termasuk varietas yang sangat mudah dibuahkan. Ia tidak butuh waktu lama untuk mulai belajar berproduksi.
Ketahanan Terhadap Penyakit: Everest dikenal cukup tangguh menghadapi jamur (mildew), menjadikannya pilihan yang aman untuk ditanam di kebun rumah tanpa harus terlalu sering menggunakan pestisida kimia.
Tampilan Dompolan Mewah: Dompolannya memang tidak serapat Ninel, tapi karena ukuran per butirnya yang raksasa, satu dompolan tetap terlihat penuh dan sangat berat.
Tips Khusus Perawatan Everest
Karena ukuran buahnya yang di atas rata-rata, ada satu rahasia agar Everest Anda tidak mengecewakan: Kalsium.
Tanaman ini butuh asupan kalsium yang cukup saat fase pembentukan buah agar kulit buahnya kuat menyangga daging buah yang besar dan tidak mudah pecah (cracking) jika tiba-tiba turun hujan.
Fun Fact: Everest seringkali menjadi varietas yang paling cepat habis di pameran tanaman buah, bukan hanya karena rasanya, tapi karena orang sering tidak percaya kalau itu adalah anggur asli karena ukurannya yang "tidak masuk akal".
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Anggur Everest : Si Genjah dan Berbuah Besar"
Posting Komentar