Kelinci Rex awalnya berasal dari Prancis, namun di Indonesia, jenis ini telah mengalami proses adaptasi puluhan tahun hingga muncul sebutan "Rex Lokal". Ini bukan sekadar kelinci hias; ini adalah komoditas dual-purpose (dwiguna) yang sangat efisien.
1. Senjata Utama: Bulu Beludru (Rex Fur)
Ciri khas paling mutlak dari Rex Lokal adalah bulunya yang tegak, sangat halus, dan rapat seperti beludru atau karpet.
Tekstur: Bulu tidak mudah rontok dan memiliki panjang yang seragam (sekitar 1,2 cm - 1,5 cm).
Kumis: Keriting (spiral), ini adalah indikator utama keaslian genetik Rex.
Warna: Sangat variatif, mulai dari Papillon (bercak), Dalmatian, Black, hingga Broken Color.
2. Mengapa Disebut "Lokal"?
Sebutan "Lokal" merujuk pada Rex yang sudah turun-temurun diternakkan di Indonesia.
Adaptasi: Lebih tahan terhadap kelembapan udara Indonesia dibanding Rex impor baru.
Ukuran: Biasanya sedikit lebih kecil dari standar Rex murni (sekitar 2,5 kg – 3,5 kg), namun lebih lincah dan produktif.
3. Analisis Bisnis: Potensi Pendapatan Ganda
Berinvestasi di Rex Lokal lebih menguntungkan dibanding kelinci lokal biasa karena memiliki tiga saluran pendapatan sekaligus:
| Aspek Ekonomi | Nilai Jual |
| Pasar Hias/Pet | Anakannya sangat diminati karena bentuknya yang lucu dan bulunya yang nyaman dielus. |
| Industri Kuliner | Memiliki karkas yang padat dengan rasio daging terhadap tulang yang tinggi (lebih berdaging dibanding kelinci sayur). |
| Industri Kerajinan | Kulitnya (pelt) laku keras di industri kerajinan tas, topi, dan gantungan kunci karena bulunya tidak mudah lepas. |
4. Manajemen Pakan dan Kandang
Saya sering mendengar keluhan peternak tentang "kaki korengan" (sore hocks). Karena Rex memiliki bulu kaki yang tipis, mereka tidak boleh ditempatkan di kandang kawat yang tajam.
Alas Kandang: Disarankan menggunakan bambu yang halus atau plastik mat agar kakinya tidak luka.
Pakan: Untuk menjaga kualitas bulu agar tetap berkilau (glowing), Rex Lokal membutuhkan asupan protein yang stabil (sekitar 16-18%). Campuran ampas tahu dan hijauan yang dilayukan adalah menu favorit peternak rakyat.
Catatan: Strategi "Upgrading"
Banyak peternak sukses melakukan silangan antara Rex Lokal dengan pejantan Rex Pro (impor) untuk memperbaiki kualitas bulu tanpa kehilangan daya tahan tubuh lokalnya. Ini adalah strategi cerdik untuk menaikkan harga jual anakan hingga 2-3 kali lipat.
Peluang: Di pasar lokal, anakan Rex usia 2 bulan bisa dibandrol antara Rp75.000 hingga Rp200.000 tergantung kualitas warna dan kehalusan bulunya.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Kelinci Rex Lokal : Karpet Berjalan yang Menghasilkan Cuan"
Posting Komentar