Panduan Pembuatan Kompos dan Pupuk Urea Cair (Metode Bayu Diningrat - BSM)
Teknik yang dipopulerkan oleh Bayu Diningrat (Bayu Sehat Mandiri/BSM) berfokus pada efisiensi biaya, kemandirian bahan, dan pemanfaatan limbah organik menjadi nutrisi siap serap bagi tanaman. Berikut adalah ringkasan teknis untuk aplikasinya.
1. Pembuatan Kompos (Fermentasi Cepat)
Prinsip utama kompos ala BSM adalah penggunaan dekomposer yang kuat untuk memecah material karbon dan nitrogen secara cepat.
Bahan:
Bahan Hijau (Nitrogen): Sisa sayuran, dedaunan hijau, atau limbah kebun.
Bahan Cokelat (Karbon): Jerami, serbuk gergaji, atau sekam padi.
Aktivator (Kunci Utama): Mikroorganisme Lokal (MOL) atau EM4 yang telah diaktivasi (dicampur gula merah/molase dan air, didiamkan 1-2 hari).
Penyerap Bau/Mineral: Kapur dolomit (opsional, untuk menstabilkan pH).
Langkah Kerja:
Pencacahan: Cacah bahan hijau dan cokelat hingga ukuran 2-5 cm untuk mempercepat proses dekomposisi.
Penyusunan: Buat lapisan (seperti membuat kue lapis) antara bahan cokelat dan hijau dengan perbandingan 2:1 atau 3:1.
Penyiraman: Siram tumpukan dengan larutan aktivator hingga kelembapan mencapai 40-50% (jika diperas tidak menetes, tapi menggumpal).
Penutupan: Tutup tumpukan dengan terpal. Pastikan ada sirkulasi udara (tidak terlalu rapat).
Pembalikan: Lakukan pembalikan setiap 5-7 hari sekali untuk memastikan suhu merata dan oksigen terpenuhi. Kompos biasanya matang dalam 3-4 minggu.
2. Pupuk Urea Cair (POC Tinggi Nitrogen)
Dalam metode ini, "Urea Cair" merujuk pada Pupuk Organik Cair (POC) yang difokuskan sebagai sumber nitrogen alami untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun dan batang), menggantikan fungsi urea kimia.
Bahan:
Sumber Nitrogen: Daun-daunan yang kaya nitrogen seperti daun kelor, turi, gamal, atau kangkung.
Sumber Karbohidrat: Air cucian beras (lindi) atau air kelapa.
Aktivator: EM4 atau MOL khusus (biasanya menggunakan sisa fermentasi buah atau nasi basi).
Pemanis: Molase atau gula merah sebagai sumber energi mikroba.
Langkah Kerja:
Penghalusan: Blender atau tumbuk halus bahan sumber nitrogen (daun-daunan) agar nutrisi mudah keluar.
Pencampuran: Campurkan bahan yang sudah halus ke dalam wadah (jerigen/ember). Tambahkan air cucian beras dan molase.
Inokulasi: Masukkan aktivator (EM4). Perbandingannya adalah 1 liter air : 10 ml EM4 : 10 ml molase.
Fermentasi: Tutup rapat wadah. Penting: Berikan selang pembuangan gas (aerator sederhana) dari tutup botol ke botol berisi air agar gas hasil fermentasi bisa keluar tanpa udara luar masuk.
Durasi: Proses berlangsung selama 14-21 hari. Cairan siap digunakan jika aromanya sudah berbau seperti tape/asam segar (tidak busuk).
Tips Aplikasi
Dosis: Untuk POC "Urea Cair", encerkan dengan air bersih dengan perbandingan 1:20 atau 1:30 (1 liter POC untuk 20-30 liter air) sebelum disemprotkan ke daun atau dikocorkan ke tanah.
Waktu: Aplikasi terbaik dilakukan pada pagi hari (sebelum jam 09.00) atau sore hari untuk menghindari penguapan nutrisi oleh sinar matahari langsung.
Integrasi: Penggunaan kompos (sebagai penyubur fisik tanah) dan POC (sebagai suplai nutrisi instan) akan memberikan hasil maksimal jika dilakukan secara rutin, terutama pada tanaman sayuran rumah tangga.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Pembuatan Kompos dan Pupuk Urea Cair ala Bayu Diningrat BSM"
Posting Komentar